Beranda Berita 5.000 Lebih Santri dan Kiai Kena Covid-19

5.000 Lebih Santri dan Kiai Kena Covid-19

227
0
BERBAGI
Para santri termasuk kelompok yang rawan papar virus Corona

PBNU: 234 Kiai dan Tokoh NU

Meninggal Selama Pandemi

JAKARTA  – Pandemi virus Covid-19 yang mulai menyerang sejak November lalu, benar-benar tidak bisa dipandang remeh keberadannya. Berbagai kalangan pun sudah terpapar oleh virus yang obatnya masih belum diketemukan tersebut.

Khusus di Indonesia saja, mengacu dari data  Satgas Covid-19, hingga Selasa (29/12) jumlah total yang terinfeksi corona sudah sebanyak 727.122 kasus positif. Di sisi lain berdasarkan pernyatakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sejak Maret hingga Desember 2020, tercatat 5.000 lebih santri dan kiai postif Covid-19, yang tersebar di 112 pesantren di penjuru Nusantara.

“Dari ribuan santri yang terpapar Covid-19 itu terdapat dua santri yang meninggal dunia dan ratusan lainnya dinyatakan sembuh,” ujar Ketua Satkor Covid-19 Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU Ulun Nuha di Banda Aceh, seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/12).

Tak hanya menjelaskan soal banyaknya santri dan kiai yang terkena Covidr-19, Ulun pun mengungkapkan kalau sejak awal pandemi pada Maret hingga Desember 2020, ada 234 kiai dan tokoh NU meninggal dunia.

“Hingga tanggal 24 Desember kemarin, ada sekitar 234 orang kiai dan tokoh NU yang meninggal dunia selama masa pandemi,” tuturnya.

Ulun pun menyebut jumlah kiai dan tokoh NU yang meninggal tersebut jauh lebih besar enam kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah kiai yang meninggal pada periode yang sama tahun lalu. “Pada tahun 2019 lalu, kiai atau tokoh NU yang meninggal dunia kurang dari 50 orang, hanya sekitar 40-an yang meninggal dunia pada tahun lalu,” ungkapnya.

Namun, Ulun tak menyatakan apakah para kiai itu wafat karena terpapar Covid-19 atau bukan. Ia hanya menyebut para kiai dan tokoh NU tersebut meninggal selama pandemi virus corona. “Jadi kita tidak menyatakan beliau meninggal karena Covid-19, kita menyatakan beliau meninggal selama masa pandemi,” tegasnya.

Nah, menyikapi terkini  tersebut19, Ulun pun menyatakan PBNU telah membentuk Satgas NU Peduli yang melibatkan sejumlah badan otonom untuk melindungi warga Nahdliyin dari ancaman pandemi virus Covid-19.

“Amanah dari Buya Said (Said Aqil Siradj) kita fokus melindungi warga, termasuk warga pesantren dengan berupaya melakukan edukasi untuk melindungi, serta melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan, kampanye, audit kesehatan agar warga NU berdaya untuk menegakkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, kabar terbaru tentang tokoh agama atau ulama yang terkena Covid-19 bertambah. Jika Selasa (29/12) pagi dai kondang Aa Gym menyatakan diri positif terkena virus Corona.

Siang harinya, penceramah Syekh Ali Jaber pun ikut mengungkapkan kalau dirinya positif Covid-19. Dan sama seperti Aa Gy yang mengalami gejala batuk dan pusing, Syehk Ali Jaber pun memiliki gejala serupa sebelum diketahui positif Covid-19.

Doa kita. Semoga semua yang terkena Covid-19 segera disembuhkan, dan pendemi yang terjadi cepat berlalu. Aamiin. (ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here