Beranda Berita Gara-gara Ditinggal Nonton Sinetron, Rumah Pengrajin Tempe Hangus Terbakar

Gara-gara Ditinggal Nonton Sinetron, Rumah Pengrajin Tempe Hangus Terbakar

149
0
BERBAGI
WONOSOBO - Sejumlah sinetron yang ditayangkan televisi nasional pada jam-jam prime time atau jam-jam utama mulai pukul 19.00-21.00 WIB, saat ini boleh dibilang telah berhasil menghipnotis sebagian masyarakat untuk menonton tayangan tersebut.

WONOSOBO – Sejumlah sinetron yang ditayangkan televisi nasional pada jam-jam prime time atau jam-jam utama mulai pukul 19.00-21.00 WIB, saat ini boleh dibilang telah berhasil menghipnotis sebagian masyarakat untuk menonton tayangan tersebut.

Nah, diantara tayangan sinetron yang berhasil menyedot perhatian masyarakat itu adalah Sinetron “Ikatan Cinta” dan “Love Story”. Bahkan saking ditunggu-tunggunya, ada sebagian warga yang rela menutup usahanya ketika sinetron tersebut tayang, dan buka lagi usai sinetron itu selesai .

Sayangnya dibalik demam menonton sinetron itu ada saja warga yang bertindak teledor, sehingga menimbulkan musibah, semisl kebakaran rumah. Hal ini seperti yang terjadi di Kabupaten Wonosobo belum lama ini.

Sebuah kebakaran hebat telah menghanguskan satu unit rumah dan satu tempat usaha milik Muslihin (80) di RT 16 RW 05 Desa Binangun Kecamatan Watumalang Kabupatem Wonosobo, Rabu (3/3) malam. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah akibat keberan itu.
“Kebakaran terjadi pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB menimpa rumah dan tempat usaha milik warga Binangun Watumalang. Meski tidak ada korban jiwa, namun seluruh rumah nyaris habis menjadi arang,” ujar Kepala BPBD Wonosobo Zulfa Ahsan Alim Kurniawan.

Menurutnya, kronologis peristiwa itu berawal dari korban yang selesai memasak kedelai untuk bahan pembuatan tempe, kemudian ditinggal pergi nonton televisi (sinetron) di ruang tamu. Selang satu jam kemudian, tiba-tiba seluruh dapur tempat usaha tempe tersebut terbakar.

Melihat hal itu pemilik rumah kemudian berlari keluar rumah dan meminta tolong kepada warga setempat, termasuk menyiarkan kejadian itu melalui masjid. Tak lama kemudian warga pun lantas berdatangan untuk memberi pertolongan.
Namun api yang membesar sulit untuk dikendalikan. Api dari dapur tempat usaha kemudian merembet ke rumah tinggal yang ada di sebelahnya, akhirnya semua ikut terbakar habis.

“Warga mencoba melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Sementara petugas Damkar, relawan bencana alam, dan anggota TNI Polri datang, api sudah padam. Sehingga hanya melakukan upaya pengendalian api agar tidak merembet ke rumah yang lain, serta upaya pendinginan,” terangnya .

Akibat kejadian itu, lanjut Zulfa, korban untuk sementara diungsikan ke rumah saudaranya yang terdekat. Pasalnya rumah milik korban tidak bisa digunakan lagi .

“Warga akan bergotong royong membersihkan puing sisa kebakaran dan koordinasi kepada pihak terkait, baik pemerintah kecamatan dan kabupaten atas kejadian ini,” katanya.

Untuk mencegah berulangnya kasus kebakaran, BPBD mengimbau kepada masyarakat Wonosobo untuk waspada terhadap ancaman kebakaran. Apalagi ada kecenderungan belakangan cuaca mulai panas, muncul tekanan angin yang cukup kencang.

“Kami tidak henti-hentinya meminta warga untuk waspada, pemicu kebakaran bisa bermacam-macam, selain dari tungku, bisa juga konsleting listrik dan cuaca juga bisa mendukung terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (mgl/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here