Beranda Berita Kreatif, Sulap Hektaran Sawah Digenangi Banjir jadi Wahana Wisata Air

Kreatif, Sulap Hektaran Sawah Digenangi Banjir jadi Wahana Wisata Air

756
0
BERBAGI
Warga menikmati permainan bebek gowes di lahan sawah yang tergenangi banjir di Kecamatan Padaherang

PANGANDARAN – Bagi orang-orang yang berpikir berkreatif, bencana atau musibah yang terjadi bisa dimanfaatkan menjadi suatu peluang usaha baru. Seperti dilakukan pengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, yang memanfaatan lahan sawah di desa tersebut yang digenangi air banjir menjadi wahana wisata air.

Terlebih lagi di saat Ramadaan seperti sekarang, banyak warga yang mencari lokasi ngabuburit sambil menunggu buka puasa. Adanya wahana wisata air baru tersebut menjadi salah satu lokasi pilihan yang banyak didatangi warga.

Kepala Desa Paledah Sano mengatakan, bahwa wahana wisata air berupa bebek gowes di lokasi sawah yang terendam banjir itu dikelola Bumdes. “Ini baru buka kemarin (Selasa,20/4), dan alhamdulillah sudah banyak masyarakat yang datang ke sana untuk ngabuburit,” ujar Sano seperti dikutip dari radartasik.com, Rabu (21/4).

Dikatakan Sano, saat ini baru ada delapan unit bebek gowes yang disediakan oleh pihak Bumdes selaku pengelola. “Awalnya di hari Senin kemarin (19/4) pengunjung yang naik bebek gowes tidak ditarik karcis. Baru pada waktu hari Selasa dikenakan tarif karcis Rp 10 ribu untuk 15 menit,” tuturnya.

Melihat antusias warga yang datang ke wahana wisata bebek gowes itu, rencananya pihak Bumdes akan menambahkan dua unit bebek gowes lagi. “Kita lagi menunggu pengiriman barangnya (unit bebek gowes), mungkin Jumat baru dikirim,” kata Sano.

Sano pun mengungkapkan, saat ini pengunjung yang datang ke lokasi wanaha wisata bebek gowes masih didominasi warga asli Desa Paledah dan desa-desa tetangga. “Alhamdulillah pengunjung dalam perharinya dikisaran 100 sampai 200 orang,” ucapnya.

Ditanya tentang sejak kawasan pesawahan di Desa Paledah yang “dirubah” menjadi wanaha wisata air itu digenangi air banjir, Sano menyebut sudah lebih dari satu tahun. “Ini air dari tahun lalu belum juga surut,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan areal persawahan di blok Pasar Bogor, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang hampir setiap tahun menjadi langganan banjir setelah hujan deras turun dan meluapnya Sungai Citanduy. Dan biasanya genangan air ini sulit sekali surut. Kondisi tersebut tentunya membuat hektaran lahan sawah tidak lagi bisa ditanami padi.

Sementara itu, Hendri (34) salah seorang pengunjung wahana wisata air itu mengatakan dirinya ikut senang lokasi sawah yang digenangi air banjir itu bisa dimanfaatkan menjadi wahana wisata baru. “Baguslah jadi bermanfaat dan bisa dijadikan lokasi buat ngabuburit,” ucapnya. (den/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here