Beranda Viral Listrik Padam Jelang Sinetron Ikatan Cinta, Kades dan PLN Diprotes Emak-emak dan...

Listrik Padam Jelang Sinetron Ikatan Cinta, Kades dan PLN Diprotes Emak-emak dan Bapak-bapak

131
0
BERBAGI
Sikring putus picu mati listrik sedang dalam perbaikan. IFoto istimewa/radarbanyumas

BANYUMAS – Sinetron Ikatan Cinta yang ditayangkan setiap hari di salah satu televisi swasta nasional, benar-benar telah menghipnotis para penonton setianya. Bahkan saking cintanya mereka pun rela melakukan hal-hal yang terbilang nyeleneh. Mulai dari menutup warung jelang sinetron tersebut tayang hingga menggelar doa bersama untuk tokoh utama dalam sinetron itu aggar tetap rukun.

Nah kehebohan terbaru terkait Sinetron Ikatan Cinta ini dilakukan para ibu-ibu dan bapak-bapak serta remaja Desa Pandak Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Mereka baru-baru ini melakukan aksi protes terhadap kepala desa dan PLN setempat, karena dalam beberapa hari terakhir listrik di daerah tersebut padam jelang sinetron itu tayang .

Akibatnya mereka tidak bisa menonton sinetron yang diperankan oleh Amanda Manopo dan Arya Saloka itu. Tak mau kejadian tersebut terus berlanjut mereka pun meluapkan kekesalannya dengan mendatangi dan melakukan protes kepada kepala desa serta PLN setempat.

Kepala Desa Pandak Abbas Wahyudi mengatakan komplain atau protesnya soal padamnya listrik jelang jam tayang Sinetron Ikatan Cinta itu awalnya dilakukan emak-emak dan remaja putri. Kemudian merembet oleh bapak-bapak, yang disuruh oleh istri mereka.

“Bisa ketinggalan satu episode Ikatan Cinta kalau listrik tidak cepat menyala. Kemarin saja sudah ketinggalan, masa mau tidak nonton lagi,” ujar Abbas menirukan protes salah satu warganya, Jumat (12/3).

Untuk meredam aksi protes warganya tersebut Abbas pun mencoba melakukan koordinasi dengan pihak PLN. Termasuk meng-update perkembangan penanganan padamnya listrik terbut.

“Sabar nggih ibu-ibu pecinta Ikatan Cinta, PLN sedang melakukan perbaikan. Sekedap malih (sebentar lagi),” tulis Abbas dalam story WhatsApp.

Ponsel pintar milik Abbas pun tidak lepas dari tangannya. Sekian menit sekali ia melakukan update status yang berisi informasi perkembangan penanganan PLN.

“Agar lebih mudah, pasang status story WhatsApp, langsung dibaca warga. Mengabarkan dalam berapa menit lagi perkiraan listrik menyala dan lainnya. Pokoknya, update terus sampai listrik hidup,” katanya .

Salah satu story WhatsApp Abbas juga ditujukan untuk PLN yang berbunyi, “PLN.. Aja mati maning lampune nggih.(Jangan mati lagi lampu lagi yah). Niki ibu-ibu pecinta sinetron Ikatan Cinta dadi rame (Ini ibu-ibu pencinta Sinetron Ikatan Cinta jadiramai).”

Adanya protes warga desanya tersebut, Abbas memandang sebagai pertanda bahwa di masa pandemi corona warga membutuhkan hiburan. “Warga juga jadi tidak keluar rumah, cukup di rumah saja nonton televisi. Ada juga warga yang bilang, siap-siap lapor PLN pak kades, mbok mati listrik lagi,” tutur Abbas.

Sementara itu di tempat terpisah, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cilacap, Nila Dewanti mengatakan usai mendapat informasi soal aksi protes warga tersebut pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Pandak Kecamatan Sumpiuh.

Berdasarkan data riwayat pengaduan PLN di wilayah Desa Pandak dan sekitarnya diketahui padamnya listrik tersebut di luar gangguan sistem.

“Listrik mati disebabkan jaringan kerobohan (tertimpa) pohon yang ditebang oleh warga tanpa berkoordinasi dengan pihak PLN,” ujar Nila saat ditemuai wartawan di ruang Kepala Desa Pandak, Senin (15/3) .

Agar tidak terulang kembali kejadian listrik padam seperti beberapa lalu, jelang sinetron Ikatan Cinta, pihaknya mengimbau kepada warga agar ketika akan menebang pohon di area sekitar jaringan PLN melapor terlebih dahulu ke PLN setempat.

“Nantinya PLN akan memberikan layanan pendampingan penebangan pohon secara gratis. Sehingga, aktivitas dapat berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Nila pun mengungkapkan warga bisa melaporkan sendiri adanya gangguan ataupun keluhan terkait PLN melalui aplikasi New PLN Mobile. “Jadi, tidak harus ke kepala desa atau menulis di medsos untuk pelaporan padam gangguan,” imbuh Nila. (bbs/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here