Beranda Berita Meteor Jatuh di Banggai Tak Sengaja Terekam Warga

Meteor Jatuh di Banggai Tak Sengaja Terekam Warga

105
0
BERBAGI
Sebuah meteor yang jatuh di wilayah Banggai Sulawesi Tengah terekam warga. foto capture youtube ian satolom

BANGGAI – Fenomena jatuhnya meteor di wilayah Indonesia sudah beberapa kali terjadi. Terbaru jatuhnya benda langit tersebut terekam secara tidak sengaja oleh salah seorang warga di Banggai, Sulawesi Tengah.

Sejak diunggah oleh akun YouTube Ian Satolom, Selasa (16/3) lalu, video yang merekam kilatan cahaya terang yang diperkiarakan sebuah meteor itu menjadi viral dan beradar luas berbagai platform di media sosial.

Dalam unggahan video berdurasi 28 detik itu, sang pemilik akun YouTube tersebut menuliskan keterangan bahwa kejadian itu direkamnya di daerah Banggai, Sulawesi Tengah. Namun demikian video itu tidak diambil langsung oleh sang pemilik akun Youtube itu, tetapi oleh seorang anak perempuan yang saat itu tengah merekam sebuah alat berat di sebuh lokasi pada malam hari.

Masih dalam video tersebut, sang perekam sempat menggeser arah bidikan kameranya ke kiri dan kemudian kembali lagi ke arah kanan. Nah, di saat itulah terlihat cahaya terang bergerak diagonal dari arah atas ke bawah. Tak hanya bergerak, benda itu juga sempat meledak hingga menghasilkan cahaya yang sangat terang.

“Apa itu? Apa itu mamak?” ujar anak perempuan melihat benda cahaya terang tersebut bergerak dan meledak.

Berdasarkan pemberitaan media lokal setempat, peristiwa jatuh dan meladaknya benda bercahya itu terjadi sekitar pukul 21.00 WITA. Dan usai peristiwa itu sejumlah rumah warga di sana dilaporkan bergetar.

Menanggapi dugaan jatuhnya sebuah meteor di Lubuk Banggai, Sulawesi Tengah itu, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Rhorom Priyatikanto membenarkan bahwa apa yang terekam dalam video tersebut adalah meteor yang jatuh ke Bumi.

“Dari video yang saya lihat, tampak seperti meteor terang/bolide,” ujar Rhorom seperti dikutip dari kompas.com, Rabu (17/3).

Melihat intensitas cahaya yang dihasilkan, Rhorom menduga meteor yang jatuh dan meledak itu memiliki ukuran yang tidak besar. “Untuk dapat terlihat seterang itu, bisa jadi meteor berukuran puluhan sentimeter. Meteor punya beragam ukuran. Dari yang sebesar debu, kerikil, bongkahan batu, hingga yang semeter. Makin besar (ukurannya) makin jarang (ditemukan),” jelasnya.

Namun, Rhorom mengungkapkan ukuran meteor yang lebih kecil dari itu pun sudah bisa memunculkan cahaya yang bisa teramati dengan mata telanjang. “Meteor yang berukuran lebih dari 1 sentimeter bisa menghasilkan jejak cahaya yang cukup terang dan terlihat dengan mata,” paparnya.

Perlu diketahui juga bahwa tidak semua benda bercahaya yang terlihat di langit adalah meteor yang jatuh, karena bisa saja itu merupakan sampah antariksa atau benda buatan manusia. Namun demikian ada sejumlah tanda yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui apakah benda yang jatuh bercahaya itu adalah sebuah meteor atau benda lainnya.

“Kecepatan meteor biasanya lebih tinggi dan bisa menghasilkan cahaya yang lebih terang. Kalau sampah antariksa, cenderung pecah berkeping-keping sedari awal,” jelas Rhorom.

Sementara itu Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan tidak adanya anomali gelombang seismik saat ledakan dilaporkan.
“Sensor seismik BMKG di Luwuk tidak mencatat adanya anomali gelonbang seismik saat masyarakat Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melaporkan adanya lintasan meteor,” kata Daryono melalui akun Instagram @daryonobmkg
(kps/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here