Beranda Berita Pabrik Kasur Karpet di Garut Terbakar, Warga Sempat Panik Pemilik Rugi Miliaran

Pabrik Kasur Karpet di Garut Terbakar, Warga Sempat Panik Pemilik Rugi Miliaran

85
0
BERBAGI

GARUT – Musibah kebakaran terjadi di Kabupaten Garut, Senin pagi (28/3). Sebuah pabrik pembuatan kasur karpet (surpet) yang berlokasi di Desa Kersamenak Kecamatan Tarogong Kidul ludes dilalap si jago merah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja saja pemilik pabrik, Eri (40) mengaku mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Sedangkan mengenai penyebab kebakaran itu sendiri diduga akibat konseting atau hubungan arus pendek di salah satu panel listrik di pabrik tersebut.

“Kejadiannya jam 7 pagi. Sebelum terbakar ada ledakan dari atas pabrik dan kepulan asap,” ujar Rodian (29), warga yang rumahnya bersebelahan dengan pabrik surpet itu seperti dikutip dari radartasik.com.

Rodian mengatakan warga yang mengetahui terjadinya kebakaran pabrik surpet itu kemudian secara bergotong-royong melakukan upaya pemadaman api, sambil meminta bantuan kepada pihak terkait..

“Warga langsung melakukan upaya pemadaman secara manual sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran melalui aparat TNI,” katanya.

Selang beberapa menit menerima laporan warga sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi kebakaran dan langsung melakukan upaya pemadaman bersama warga dan aparat lainnya.

Rodian pun mengungkapkan kebakaran itu sempat membuat warga panik sekaligus khawatir. Pasalnya lokasi pabrik surpet itu berdekatan dengan rumah warga dan juga pabrik plastik.

“Di belakang pabrik memang ada pabrik plastik. Alhamdulillah tidak kebakar. Kalau kebakar, wah bisa makin besar apinya dan habis terbakar,” ucapnya.

Berkat kerja keras tim pemadam kebakaran Pemkab Garut, yang dibantu warga, personil TNI dan lainnya, api berhasil dipadamkan setelah berjibaku lebih dari dua jam.

Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul Ipda Wahyono Aji mengatakan pabrik surpet itu diketahui milik Deding, sedangkan bangunannya milik orang lain.
“Untuk korban jiwa (dalam kebakaran pabrik surpet) tidak ada. Hanya kerugian material saja, berupa bahan yang jadi maupun belum jadi serta mesin pembuatnya yang hangus terbakar. Kalau ditaksir kerugainnya mencapai Rp3,5 miliar,” ujar Ipda Wahyono.

Mengenai penyebab kebakaran itu sendiri, Ipda Wahyono mengungkapkan berdasarkan laporan yang diterimanya kebakaran itu dipicu korsleting di panel listrik di dalam pabrik yang kemudian memercik ke bahan pembuatan surpet. “Kebetulan bahan-bahan yang ada di dalam pabrik iyu memang mudah terbakar,” tuturnya. (yna/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here