Beranda Berita Permintaan Awak Bus di Tasik, Kalau Mudik Lebaran Dilarang Harus Ada Konpensasi

Permintaan Awak Bus di Tasik, Kalau Mudik Lebaran Dilarang Harus Ada Konpensasi

155
0
BERBAGI
Larangan mudik lebaran tahun ini dikeluh wak bus.

TASIKMALAYA – Keputusan pemerintah pusat yang melarang kegiatan mudik lebaran tahun 2021 ini sangat dikeluhkan oleh para awak bus, khususya di Kota Tasikmalaya. Pasalnya sebelum ada kebijakan itu kondisi para awak angkutan tersebut selama ini sudah mengalami kesulitan, yaitu dengan adanya segala pembatasan di tengah pandemi Covid-19.

“Ya kalau ada lagi kebijakan larangan mudik, jelas kami makin rugi lah,” ujar Agus Kurniawan, seorang pengemudi bus saat ditemui di Terminal Tipe A Indihiang Tasikmalaya, akhir pekan ini.

“Sebelum ada larangan mudik juga kami sudah merugi karena banyak aturan Covid-19, seperti pembatasan jumlah penumpang dan lainnya. Ditambah sekarang ada larangan seperti itu jelas makin susah,” tambahnya.

Para awak angkutan, kata Agus, sangat berharap pemerintah membatalkan kebijakan larangan mudik tersebut. Lantaran mudik lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu para awak angkutan umum.

“Kalau bisa ya aturan (larangan mudik lerbaran,red) itu dibatalkan saja lah. Karena boleh dibilang mudik lebaran ini kami jadikan celengan setahun sekali. Ini yang kami tunggu-tunggu,” keluh Agus.

Jika pemerintah memang akan kukuh memberlakukan larangan mudik pada tahun ini, diungkapkan Agus, para awak angkutan kemungkinan terpaksa beralih profesi menjadi pegadang. Kenapa? Karena tegas Agus, jika dipaksakan harus bekerja maka setoran ke perusahaan harus tetap ada. Sementara di sisi lain jumlah penumpangnya biasa saja karena adanya larangan mudik.

“Kalau larangan mudik itu tetap dilakukan, saya mah mending jadi pedagang aja. Kan keluarga harus diberi makan. Sedangkan kalau dipaksakan jalan, tetap harus bayar setoran ke si boss,” ungkapnya.

Oleh karena itu Agus meminta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib masyarakat bawah, khususnya sopir bus. Jika pun larangan mudik tetap dilaksanakan, ia berharap pemerintah memberikan kompensasi kepada para buruh atau pekerja seperti dirinya yang terimbas kebijakan tersebut.

“Misal pak ini mah misal, kalau tetap larangan mudik itu dilakukan. Harusnya ada kompensasi atau pengganti uang jalan kepada kami yang terdampak,” tandasnya. (rez/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here