Beranda Viral Salut, Tak Ada Kursi Roda Perempuan Ini Pilih Gendong Bapaknya ke Ruang...

Salut, Tak Ada Kursi Roda Perempuan Ini Pilih Gendong Bapaknya ke Ruang Dokter

1117
0
BERBAGI
Seorang perempuan di Garut terpaksa menggendong bapaknya ke ruang pemeriksaan dokter.

GARUT – Baru-baru ini seorang perempuan yang terekam kamera tengah menggendong seorang lelaki tua di sebuah rumah sakit di Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi perbincangan dan viral di media sosial.

Perempuan bernama Elin Rani (40) itu diketahui menggendong ayahnya yang hendak memeriksakan kondisi kesehatannya di salah satu poli klinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut. Menurut Elin peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/4) pagi, saat itu dirinya hendak mengantar ayahnya untuk berobat ke poli jantung rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

“Saat sampai di rumah sakit, saya tidak menemukan ada kursi roda di depan. Jadi saya gendong saja ayah saya dari mulai pintu masuk sampai ruang poli,” ujar warga Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota itu seperti dikutip dari radartasik.com , Kamis (22/4).

Elin pun menerangkan tindakannya menggendong ayahnya itu dilakukan bukan hanya ketika masuk rumah sakit saja, tetapi juga ketika akan pulang atau keluar dari ruang poli klinik. Hal itu terpaksa dilakukan karena saat itu dirinya tidak mendapatkan kursi roda.

“Saya sudah nanya ke petugas dan menunggu, tetapi tidak ada (kursi rodanya). Jadi saya gendong saja,” tuturnya.

Elin pun mengakui banyak orang yang menyayangkan tindakannya menggendong sang ayah saat menuju dan ke luar ruangan pemeriksaan dokter poli klinik jantung. Pasalnya kata mereka pasien jantung tidak boleh jalan kaki ataupun digendong. Namun karena tidak ada kursi roda, tegas Elin, tindakan menggendong ayahnya itu terpaksa dilakukan.

“Waktu keluar dari rumah sakit banyak yang ngomong, kalau pasien poli jantung itu jangan digendong. Tapi pakai kursi roda karena takut jatuh dan terjadi apa-apa,” bebernya.

Atas ketiadaan atau minimnya kursi roda di RSUD dr Slamet Garut tersebut, Elin sangat menyayangkannya. “Mudah-mudahan ke depannya fasilitas kursi roda untuk pasien ini tersedia lebih banyak lagi,” harapnya.

Sementara itu, Humas RSUD dr Slamet Garut Cecep Ridwan mengakui jika jumlah kursi roda untuk pasien yang akan berobat ke poli klinik masih terbatas, yakni sekitar 12 unit. Kondisi tersebut pun diakuinya tidak sebanding dengan jumlah pasien yang datang berobat ke poli klinik.

“Memang tidak ideal, harusnya bisa sampai 50 unit agar pelayanan kepada pasien yang akan berobat ke poli dapat diberikan sarana kursi roda,” ujarnya.

Namun Cecep berjanji, dirinya akan membicarakan soal penambahan kursi roda untuk pasien tersebut dengan atasannya.

“Memang sudah ada rencana (penambahan kursi roda), dan rencananya tahun ini akan dianggarkan kembali untuk pembelian kursi roda tersebut,” kata Cecep.

Dalam kesempatan itu Cecep juga menjelaskan ketiadaan kursi roda yang dialami oleh orang tua Elin, diduga karena ada kursi roda yang telah digunakan pasien lainya belum dikembalikan ke tempatnya.

“Saya sudah menginstruksikan kepada security di depan, agar kursi roda hanya digunakan untuk mengantarkan ke bagian poli saja. Untuk selanjutnya pasien bisa duduk di ruang tunggu poli dan kursi roda di kembalikan ke depan,” pungkasnya. (yna/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here