Beranda Berita Setahun Menghilang, Bocah Ini Bisa Bertemu dengan Orang Tua Karena Razia Satpol...

Setahun Menghilang, Bocah Ini Bisa Bertemu dengan Orang Tua Karena Razia Satpol Pol PP

94
0
BERBAGI

TASIKMALAYA – Siapa sangka menjelang tibanya bulan Ramadan menjadi momen bertemunya kembali seorang anak yang sempat dinyatakan hilang setahun lalu dengan orang tuanya.

Adalah Mohamad Rizky Nugraha Pratama, bocah berusia 11 tahun warga Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, yang sempat dilaporkan hilang sebelum Ramadan tahun lalu akhirnya bisa bertemu kembali dengan ayahnya bernama Iskandar, Selasa (6/4). Keduanya dipertemukan di Kantor Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya di daerah Cisayong usai dijemput dari Kota Tegal.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto menceritakan, sejak dinyatakan hilang setahun lalu oleh ayahnya ternyata Rizky bergabung menjadi anak punk jalanan. Bersama anak punk jalanan itu Rizky sering berpindah-pindah lokasi mulai dari Kota Cirebon, Brebes dan terakhir di Kota Tegal.

Nah saat di Kota Tegal itulah Rizky terpisah dari teman-temannya saat ada razia yang digelar Satpol PP setempat. “Jadi awalnya ada razia Satpol PP Tegal. Dia terpisah dari rombongan anak punk lainnya yang lari. Karena ditinggal sendiri Rizky pun menangis. Lalu oleh warga di sana dia dititipkan ke SPK Polres Kota Tegal, hingga akhirnya informasi itu sampai ke Polsek Kadipaten,” ujar Ato seperti dikutip dari radartasik.com.

Selanjutnya informasi penemuan Rizky itu “diteruskan oleh pihak Polsek Kadipaten ke pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya. Atas koordinasi dan keputusan bersama dengan pihak kepolisian dan juga keluarga, ungkap Ato, pihaknya akhirnya memutuskan untuk menjemput Rizky ke Polres Kota Tegal.

“Kami menjemput anak tersebut dari Polres Kota Tegal, dan kami waktu itu diterima langsung oleh Kapolres di sana. Dan Alhamdulilah Rizky dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Usai bertemu dan berhasil menjemput Rizky di Kota Tegal, tim KPAID pun langsung bergerak kembali ke Kabupaten Tasikmalaya. Begitu sampai di Kantor KPAID Kabupaten Tasikmalaya, di daerah Cisayong, Rizky langsung dipertemukan dengan ayahnya.

Tak pelak suasana haru pun pecah, saat orang tua dan anak itu dipertemukan kembali setelah setahun terpisah. Iskandar dan Rizky saling berpelukan erat sambil tidak kuasa menahan tangisnya.

Ikut hadir menyaksikan pertemuan membahagiakan sekaligus mengharukan itu pihak Polsek Kadipaten, kepala Desa Buniasih Kecamatan Kadipaten.

Mengenai ketidakhadiran ibu kandung Rizky dalam pertemuan itu, Ato menjelaskan jika ibu kandung sang bocah tersebut tidak diketahui keberadaannya, karena sudah berpisah dengan ayahnya. “Kami kehilangan jejak ibunya dari Rizky ini, belum diketahui di mana,” ungkapnya.

Kendati saat ini Rizky sudah diserahkan kemabli kepada pihak keluarga, lanjut Ato, KPAID tetap akan melakukan pemantauan kondisinya. Mengingat Rizky dan ayahnya telah terpisah cukup lama, sehingga dimungkinkan masih dalam kondisi trauma dan belum stabil mentalnya.

“Apalagi Rizky ini merupakan korban perceraian dari kedua orang tuanya dan dia cukup lama bergaul dengan anak punk,” pungkasnya.

Sementara itu, Iskandar, ayah Rizky mengaku sangat gembira sekaligus terharu bisa bertemu kembali dengan anaknya yang sudah setahun hilang.

”Saya berterima kasih kepada KPAID yang sudah menemukan anak saya. Saya sudah berusaha mencari dan melakukan upaya untuk menemukannya, tapi belum ada hasil. Dan sekarang senang sekali bisa berkumpul kembali,” kata dia. (bbs/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here