Beranda Berita Waduh, 25 Emak-Emak Anggota Klub Senam di Tasikmalaya Positif Covid-19

Waduh, 25 Emak-Emak Anggota Klub Senam di Tasikmalaya Positif Covid-19

228
0
BERBAGI
Klub emak-emak saat senam di Papandayan Garut. Ist.

PUSPAHIANG – Sebanyak 25 emak-emak anggota klub senam asal Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Hasil itu diketahaui menyusul keluarnya hasil Swab PCR terhadap 40 orang anggota klub senam tersebut usai mengikuti kegiatan senam aerobik bersama di kawasan Gunung Papandayan, Garut, Minggu (14/2) lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi menjelaskan sebanyak 40 warga Kecamatan Puspahiang awalnya berangkat menggunakan bus untuk ikut senam aerobik di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, pertengahan Februari lalu.

Di lokasi, lanjut Atang, mereka bergabung dengan klub senam asal Bandung. Usai kegiatan senam, rombongan emak-emak itu pun pulang ke daerah masing-masing. Namun tanpa diduga, ternyata salah satu peserta senam ada yang mengeluhkan gangguan penciuman.

Tanpa mau mengambil risiko, diputuskan seluruh emak-emak yang ikut kegiatan senam ke kawasan Gunung Papandayan, Garut dilakukan Swab PCR massal pada Rabu (3/3) lalu. Hasilnya, 25 orang dinyatakan positif Covid-19.

“Untuk memutus penyebaran Covid-19, akhirnya keseluruhan 40 warga yang ikut senam ke Garut itu di swab. Hasilnya keluar 25 orang dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan sisanya masih menunggu hasil swab yang telah kita lakukan Sabtu lalu (6/3),” ujar Atang seperti dikutip dari radartasik.com.

Saat ini seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari kluster klub senam sehat itu tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Jadi mereka ini disebut klaster klub senam sehat Papandayan Garut,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya dr Heru Suharto MMKes menambahkan Satgas Covid-19 atau dalam hal ini dinas kesehatan yang membidangi penanganan kesehatan akibat Covid-19, meminta masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan di manapun berada.

“Ya kami meminta dan menghimbau kepada masyarakat agar betul-betul diindahkan soal protokol kesehatan ini. Yakni selain 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan air mengalir, dan Menjaga jarak), juga 2 M. Yaitu Menjauhi kerumunan dan Mengurangi aktivitas. Dan ditambah 1 M lagi, yaitu Melaksanakannya,” paparnya.

Heru pun menekankan kepada semua pihak agar bisa menahan diri untuk melakukan aktifitas di luar rumah jika memang tidak ada keperluan mendesak. Juga tetap melakuan disiplin protokol 3M.
“Karena akan susah untuk mencegah penyebaran ataupun memutus mata rantai Covid-19, jika kita tidak mengindahkan atau disiplin terhadap protokol kesehatan,” tegasnya. (dik/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here